Written on 6:34 AM by MPOS SMANSA
Selalu terngiang kala angin mendesir kalbuku yang rapuh akan sentuhan lembutmu mengangkatku
Yang selalu menerima saat ku tak berdaya, Yang selalu menanti saat ku ingin pergi
Selalu terkenang akan merdunya nyanyian tengah hujan
Yang perlahan mendekapku hangat, Melindungiku dari suara petir mencekam
Selalu kurindu senyum sederhanamu
Yang selalu menemani pagiku, saat ku berangkat sekolah
Yang selalu terlihat kuat
Walau sebenarnya hatimu berulang kali retak karena ulahku
Masih pantaskah aku mengenang semua itu?
Setelah berkali kali air matamu mungkin menetes tersembunyi, Dibelakangku..
Setelah sekian malam kubiarkan dirimu mendesah karena diriku yang terlalu beku akan kasih sayangmuSetelah sekian waktu kau terima kecewa atas diriku
yang belum mampu mewujudkan doa sepanjang malammu
Bunda...
Apakah kini kau mendengarku?
Aku tak mampu menyuarakan kasih sayangmu
Terhimpit rasa dukaku yang belum mampu mengembalikan senyum sederhanamu yang menenangkan itu
Bunda...
Tak pernah kutemukan ujung batas curahan cintamu ataupun ujung bagaimana ku membalasmu
Kuungkapkan cintaku melalui doa
Untaian kata sederhana, setitik balasan cinta seluas samudera
By : Mpos smansa
Sayangi ibumu dengan sepenuh hati, karena ialah......... segalanya.
-Memperingati Hari Ibu 22 Desember 2011-
Posted in hari ibu
If you enjoyed this post Subscribe to our feed